Tanaman Lanskap

Tanaman dipilih dan ditata bukan cuma biar terlihat hijau, tapi juga sesuai iklim, fungsi, dan produktivitasnya, supaya area nyaman, hidup, bermanfaat, dan mudah dirawat ke depannya.

Hidup Bersama Tanaman

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer eros libero, finibus eget pulvinar vel, rhoncus quis velit. Aenean sodales dui quis lorem sodales, eu pretium lacus rutrum.

On-Farm Activities

Menerjemahkan desain menjadi dokumen teknis yang detail untuk konstruksi.

Off-Farm Activities

Menerjemahkan desain menjadi dokumen teknis yang detail untuk konstruksi.

New & Renewable Energy

Menerjemahkan desain menjadi dokumen teknis yang detail untuk konstruksi.

Nature-Based Recreation

Membangun sesuai rencana desain yang telah disetujui.

Tanaman untuk Agrowisata

Tanaman agrowisata dipilih berdasarkan tingkat produktivitas tinggi, sedang, dan rendah, supaya kebun tetap jalan, yang dateng dapet pengalaman, dan pengelolaan lahan lebih seimbang.

High Productivity Tree

Jenis pohon yang dimanfaatin karena hasil buahnya melimpah dan rutin. Selain menunjang produksi, pohon ini juga jadi daya tarik karena bisa dilihat, dipetik, dan dinikmati langsung.

Jenis pohon produktif lainnya seperti alpukat, jeruk, rambutan, mangga, dan belimbing sering dipilih karena panennya jelas, mudah dikenali, dan menarik minat pengunjung sepanjang musim.

1 2 3 4 5 6

Medium Productivity Tree

Jenis pohon yang dinilai dari keindahan dan produktivitas bunganya. Pohon ini dipilih buat ngasih warna, suasana, dan momen visual menarik di waktu-waktu tertentu.

Contoh pohon berbunga dengan daya tarik visual antara lain flamboyan, bungur, tanjung, kamboja bali, dan tabebuya pink yang tampil cantik saat musim berbunga..

1 2 3 4 5 6

Low Productivity Tree

Jenis pohon yang dinikmatin dari bentuk dan rimbunnya daun, bukan hasil panen. Kehadirannya memberi teduh dan tampilan lanskap yang tenang serta tertata sepanjang area utama.

Contoh pohon dengan produktivitas rendah antara lain trembesi, kiara payung, dan janda merana yang sering dipilih untuk peneduh, pembatas visual, dan karakter kawasan publik utama.

1 2 3 4 5 6

High Productivity Shrub

Jenis semak yang dipilih karena hasil panen buah atau bagian tanamannya cukup rutin. Selain produktif, tanaman ini gampang diakses, menarik diliat, dan sering jadi aktivitas petik ringan.

Contoh semak produktif antara lain cabai, tomat, terong, stroberi, dan markisa perdu yang mudah dirawat, cepat berbuah, dan disukai pengunjung berbagai usia.

1 2 3 4 5 6

Medium Productivity Shrub

Jenis semak yang dinikmati dari indah bunga atau warnanya, bukan dari hasil panen. Tanaman ini memberi aksen visual dan suasana hidup di jalur dan area berkumpul.

Contoh semak berbunga antara lain bougenville, soka, kembang sepatu, melati, dan teh-tehan yang tampil menarik saat berbunga dan mudah dikenali pengunjung.

1 2 3 4 5 6

Low Productivity Shrub

Jenis semak yang berfungsi utama sebagai pengisi ruang dan pembentuk tampilan lanskap. Tanaman ini dinikmati dari bentuk daun, warna, dan kerapian tampilannya saja.

Contoh semak berdaun antara lain pucuk merah, andong, sansiviera, lili paris, dan palem mini yang sering dipakai sebagai pembatas dan penata area.

1 2 3 4 5 6

Bentuk Fisik Tanaman

Bentuk fisik tanaman membantu menentukan fungsi dan penempatannya . Dari tinggi, lebar, hingga struktur daun, semuanya memengaruhi tampilan, kenyamanan, dan cara area digunakan sehari-hari.

Pohon Besar

Pohon besar biasanya punya tinggi di atas tiga meter. Nah, jenis ini dipakai buat peneduh utama, bikin area adem, dan ngasih rasa “wah” di outdoor.

Contohnya ada trembesi, mahoni, angsana, beringin, dan ketapang kencana. Pohon-pohon ini rimbun, kuat, dan gampang ditemuin di area publik.

1 2 3 4 5 6

Pohon Kecil

Pohon kecil tingginya di bawah tiga meter, jadi lebih fleksibel. Biasanya dipakai buat aksen, penanda area, atau pembatas ringan tanpa nutup pandangan.

Contohnya seperti kamboja, tabebuya kecil, palem botol, pucuk merah batang, dan soka pohon yang gampang diatur dan cocok buat area terbatas.

1 2 3 4 5 6

Semak

Tanaman yang tumbuh di atas tanah dengan batang bercabang dari bawah. Biasanya dipakai buat pembatas area, pengisi taman, atau bikin tampilan rapi.

Contoh tanaman semak antara lain teh-tehan, rombusa, soka, kembang sepatu, dan pucuk merah yang gampang dibentuk dan sering dipakai di taman.

1 2 3 4 5 6

Penutup Tanah

Penutup tanah tumbuh rendah dan langsung berupa daun di atas tanah, tanpa batang bercabang. Tanaman ini dipakai buat nutup tanah supaya rapi dan nggak kosong.

Contoh penutup tanah seperti agave, lili paris, mondo grass, kacang hias, dan wedelia yang tahan injak ringan dan perawatannya relatif gampang.

1 2 3 4 5 6

Rumput

Rumput dipakai jadi dasar area hijau yang bikin taman kelihatan luas dan bersih. Biasanya jadi area jalan santai, duduk, atau sekadar dinikmati dari jauh.

Jenis rumput yang sering dipakai antara lain rumput gajah mini, rumput jepang, rumput swiss, dan rumput manila yang rapi dan enak dipandang.

1 2 3 4 5 6

Tanaman Air

Tanaman air hidup di area basah atau tergenang air. Biasanya dipakai buat kolam atau danau supaya kelihatan hidup, sejuk, dan nggak kaku.

Contoh tanaman air seperti teratai, lotus, eceng gondok, papirus, dan kiambang yang cocok buat kolam dan elemen air alami.

1 2 3 4 5 6

Tanaman Merambat

Tanaman merambat tumbuh dengan cara memanjat atau menggantung. Biasanya dipakai buat nutup dinding, pagar, atau pergola biar area terasa lebih adem.

Contohnya ada sirih gading, air mata pengantin, alamanda rambat, lee kuan yew, dan bougenville rambat yang tampil cantik dan gampang diarahkan.

1 2 3 4 5 6

FAQs / Pertanyaan yang Sering Muncul

Mulai Layanannya Sekarang

Chat via WhatsApp dan mulai layanan dengan GRATIS KONSULTASI 45 MENIT!

Scroll to Top